Selain itu, kesiapan tenaga kesehatan maupun pasien juga menjadi perhatian. Hal tersebut diperlukan agar proses pelayanan dan administrasi dapat terintegrasi dengan sistem Satu Sehat.
“Karena harus TPE, dokternya harus TPE, pasiennya juga harus TPE,” ujarnya.
Di sisi lain, kata dokter Hayuni, evaluasi yang dilakukan RSUPP Betun tidak hanya berorientasi pada persiapan menghadapi sistem baru.
” Tetapi sebagai momentum untuk melihat kembali proses klaim yang telah berjalan, termasuk klaim pada periode sebelumnya,”pungkasnya.
Hayuni mengatakan, setiap kekurangan yang ditemukan harus segera diperbaiki agar tidak kembali menjadi persoalan pada proses klaim berikutnya.
“Kegiatan ini sebagai upaya persiapan menuju BPJS Satu Sehat sekaligus melihat klaim yang sudah berjalan. Apa yang perlu diperbaiki, terutama untuk klaim bulan Juli, kita harus berbenah. Kalau ada yang salah, harus diperbaiki,* tegasnya.
Ia menambahkan, pembenahan sistem pelayanan dan klaim merupakan bagian dari komitmen RSUPP Betun untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah perbatasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
