“Persediaan oksigen sejauh ini aman dan selalu terpenuhi. Kami rutin melakukan kontrol teknis di setiap ruangan. Kalau ada outlet atau regulator yang macet, langsung kami perbaiki sehingga suplai kepada pasien tetap berjalan tanpa gangguan,” jelas Yoseph.
Bagi masyarakat, mungkin yang terlihat hanyalah tabung atau selang oksigen yang digunakan pasien. Namun di balik itu ada sistem yang harus bekerja selama 24 jam tanpa boleh berhenti.
Karena di rumah sakit, waktu tidak pernah menunggu. Satu menit keterlambatan bisa menjadi perbedaan antara harapan dan kehilangan.
Itulah sebabnya, bagi RSUPP Betun, menjaga jaringan oksigen tetap berfungsi bukan hanya bagian dari pemeliharaan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, ia merupakan bentuk komitmen untuk memastikan setiap pasien yang datang mendapatkan pelayanan yang aman, cepat, dan layak.
Di tengah upaya rumah sakit terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan, keberadaan 149 titik jaringan oksigen menjadi simbol bahwa pelayanan yang baik tidak hanya dibangun dari apa yang tampak di permukaan, tetapi juga dari sistem-sistem yang bekerja diam-diam, mengalirkan napas kehidupan bagi mereka yang paling membutuhkannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














