Maria menjelaskan, pengembangan kompetensi pegawai dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan di masing-masing unit kerja.
Pada triwulan pertama, Januari hingga Maret 2026, RSUPP Betun mengalokasikan anggaran sebesar Rp349.093.000 untuk membiayai pelatihan bagi 11 pegawai.
Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan pada triwulan kedua, April hingga Juni 2026. Sebanyak 35 pegawai mengikuti berbagai pelatihan dengan total anggaran mencapai Rp586.784.000.
“Peningkatan ini mencerminkan keseriusan manajemen RSUPP Betun dalam membangun kapasitas SDM secara berkelanjutan,” ujar Maria.
Menurut dia, program pendidikan dan pelatihan tidak dilakukan sekadar untuk meningkatkan keterampilan pegawai, tetapi juga disusun berdasarkan kebutuhan riil pelayanan serta dalam rangka memenuhi standar nasional akreditasi rumah sakit.
Fokus Perkuat Layanan Spesialistik
Sebagai rumah sakit yang berada di kawasan perbatasan, RSUPP Betun memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan pada sejumlah layanan spesialistik yang diproyeksikan menjadi layanan unggulan rumah sakit.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
