Selain itu kata HMS, Kabupaten Malaka juga termasuk daerah dengan kategori 3T(Tertinggal, Terluar dan Terdepan) infrastruktur menjadi problem utama(main troubles)akses layanan dari satu wilayah ke wilayah lain cukup memakan waktu.
“Misalnya, kita mau pergi ke Kota Kupang kita harus membutuhkan waktu tempuh 6-7 jam. Bayangkan, kalau ada pasien dengan status gawat darurat harus dirujuk ke Kupang betapa sengsaranya.Oleh karena itu, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kami membutuhkan dokter spesialis, “ungkapnya.
HMS menuturkan, Kabupaten Malaka memiliki satu rumahsakit yaitu Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan(RSUPP) Betun.Sementara jumlah penduduknya mencapai 200 ribu lebih jiwa.
“Kedepan,kami berharap agar kempat orang calon dokter spesialis ini usai pendidikan bisa kembali ke Malaka. Apabila RSUPP Betun memiliki dokter spesialis yang komplit maka kami yakin warga Timor Leste terutama District Covalima bisa datang berobat di Malaka, “ungkapnya.
HMS meminta agar kuota untuk dokter spesialis harus diprioritaskan untuk NTT terutama calon dokter spesialis yang berasal dari Kabupaten Malaka.














