Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memastikan masyarakat perbatasan tetap memperoleh hak-hak dasarnya sebagai warga negara.
“Kami tidak ingin masyarakat perbatasan kehilangan hak-hak dasar hanya karena para pemimpinnya tidak duduk bersama untuk memperjuangkan apa yang seharusnya mereka dapatkan,” katanya.
Ia menambahkan, tiga poin kesepakatan yang dihasilkan akan menjadi dasar pembentukan sekretariat bersama yang akan memperjuangkan program pembangunan hingga tingkat pemerintah pusat.
Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay menilai pertemuan tiga kepala daerah tersebut merupakan langkah positif untuk membangun kolaborasi pembangunan kawasan perbatasan.
“Ini inisiatif yang baik dan positif untuk membangun hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat perbatasan tiga kabupaten. Kami mohon dukungan doa agar semua rencana yang telah dibicarakan dapat terealisasi,” ujarnya.
Ketiga kepala daerah juga sepakat untuk melanjutkan pertemuan serupa secara bergilir di masing-masing kabupaten, dengan pertemuan berikutnya direncanakan berlangsung di Kabupaten Belu dan selanjutnya di Kabupaten TTU.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
