“Kalau kompetisi berjalan rutin dan pembinaan terus diperbaiki, kita tidak akan kesulitan mencari pemain untuk mewakili Malaka di tingkat regional maupun provinsi,” ujarnya.
Karena itu, kata SBS, ukuran keberhasilan Piala Bupati Malaka 2026 semestinya tidak hanya dilihat dari tim yang mengangkat trofi.
“Ukuran yang lebih panjang adalah berapa banyak pemain yang berkembang setelah turnamen selesai, bagaimana kualitas latihan mereka meningkat, dan apakah dari kompetisi semacam ini lahir generasi baru pemain Malaka yang siap bersaing di level regional dan provinsi, “kata SBS sembarri menambahkan bahwa trofi hanya mencatat pemenang. Proses pembinaanlah yang menentukan masa depan sepak bola Malaka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














