Fransisco menegaskan semangat “Bersatu Berprestasi” yang menjadi tagline Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Letjen TNI Richard Tampubolon, harus menjadi pegangan seluruh insan taekwondo di NTT.
“Maknanya sangat dalam. Kita bersatu dulu baru berprestasi,” katanya.
Ia juga berkomitmen merangkul seluruh pengurus cabang, pelatih, dan atlet, termasuk pihak-pihak yang sebelumnya berada pada kubu berbeda dalam dinamika organisasi.
“Ini rumah besar kita semua. Saya yakin dengan dukungan pelatih, kita bisa berbicara banyak di PON 2028,” ujarnya.
Menurut Fransisco, perkembangan taekwondo di NTT dalam satu dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pada 2014, jumlah dojang di Kota Kupang sekitar 14 unit, sedangkan saat ini mendekati 60 dojang dengan jumlah atlet hampir 3.000 orang.
Meski demikian, ia menilai masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan prestasi. Salah satunya adalah mempercepat konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet menuju PON 2028.














