SMAN Wederok di Beranda Negara, tetapi Masih Terancam Banjir dan Minim Sarpras

Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
Screenshot_20260806_101605 (1)
Foto: Dua anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT)Agustinus Nahak dan Winston Rondo melakukan kunjungan kerja di SMAN Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka,Sabtu(14/2/2026)

Sekolah membutuhkan pembangunan ruang laboratorium Bahasa Inggris, pengadaan komputer untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis daring, serta rehabilitasi ruang perpustakaan dan pengadaan buku.

Ironisnya, ruang perpustakaan tersebut mengalami kerusakan akibat Badai Seroja pada 2021 dan hingga kini masih membutuhkan perhatian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Artinya, lima tahun setelah bencana tersebut, kebutuhan pemulihan fasilitas pendidikan di sekolah itu masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.

35 Guru, tetapi Persoalan Kesejahteraan Masih Mengemuka

Persoalan lain yang turut disampaikan adalah kondisi tenaga pendidik.

SMAN Wederok saat ini memiliki 35 guru. Dari jumlah tersebut, hanya lima orang yang berstatus PNS, sedangkan lainnya merupakan PPPK dan PPPK paruh waktu.

Para guru menyampaikan keluhan mengenai standar penggajian yang dinilai belum layak. Mereka juga menyoroti masih terbatasnya program peningkatan mutu dan pengembangan kompetensi guru.

Padahal, peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah. Kualitas guru dan dukungan terhadap pengembangan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi bagian penting dalam memastikan siswa di wilayah perbatasan memperoleh pendidikan yang setara.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version