Scroll untuk baca artikel

Warga Desa BoEn Mengaku Terpaksa Setujui Pemotongan BLT dan Tunjangan

Avatar photo
×

Warga Desa BoEn Mengaku Terpaksa Setujui Pemotongan BLT dan Tunjangan

Sebarkan artikel ini
Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
Screenshot_20260805_074809 (1)
Foto: Warga Desa BoEn, Yustus Kase dan Maria Neno Tafuli saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Minggu, (8/2/2026)

Ia juga menegaskan bahwa pada saat pembagian BLT maupun tunjangan tidak ada tindakan pemaksaan terhadap para penerima.

“Kalau memang ada yang melapor, tahan mereka di situ dan saya segera datang untuk memberikan uang mereka,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Pernyataan tersebut berbeda dengan kesaksian sejumlah warga yang mengaku menyetujui pemotongan karena takut dicoret dari daftar penerima bantuan.

Baca Juga :  Diaspora Malaka Desak Inspektorat Periksa Dugaan Pemotongan BLT dan Tunjangan di Desa BoEn

PMD: Pemotongan Tidak Dibenarkan

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malaka, Remi Bria, menegaskan bahwa pemotongan BLT maupun tunjangan aparat desa tidak dibenarkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  HMS: Menjadi Pemimpin Bukan Untuk Melayani Tetapi Dilayani

Menurut Remi, BLT merupakan bantuan sosial yang harus diterima utuh oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan tunjangan aparatur desa merupakan hak yang tidak boleh dikurangi untuk kepentingan lain.

Baca Juga :  Inspektorat dan Dinas PMD Pastikan Persoalan Administrasi Desa Rabasa Haerain Tuntas, Seluruh Hak Aparatur Telah Dibayarkan

“BLT dan hak aparat desa tidak boleh dipotong karena bertentangan dengan aturan dan tujuan peruntukannya,” tegas Remi.

Ia memastikan Dinas PMD akan menelusuri informasi tersebut sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung