Romo Sintus juga mengingatkan bahwa rumah sakit merupakan tempat di mana para tenaga kesehatan setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai bentuk penderitaan manusia. Karena itu, pelayanan kesehatan tidak hanya menyangkut upaya penyembuhan secara medis, tetapi juga menghadirkan penguatan, pendampingan, dan harapan bagi pasien serta keluarga mereka.
“Di rumah sakit kita berhadapan dengan penderitaan. Kita menjumpai dan mengalami kebersamaan dengan mereka yang sedang menderita. Ada pasien yang kehilangan harapan, keluarga yang diliputi kecemasan, tenaga kesehatan yang kelelahan, bahkan ada kalanya pelayanan terasa begitu berat. Namun justru di tempat seperti itulah makna kebangkitan Kristus harus sungguh-sungguh hadir,” ungkapnya.
Romo Sintus menegaskan bahwa kebangkitan Kristus tidak berarti menghilangkan luka dan penderitaan manusia, melainkan memberi makna baru atas setiap luka yang dialami. Menurutnya, Yesus bangkit dengan tetap membawa luka-luka salib sebagai tanda kasih dan keselamatan bagi umat manusia.
