Timorpedia.com- Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun terus memperkuat perannya sebagai fasilitas rujukan kesehatan di wilayah perbatasan dengan menargetkan pembukaan layanan cuci darah (hemodialisa). Program ini menjadi salah satu prioritas strategis rumah sakit dalam menjawab kebutuhan pasien penyakit ginjal di Kabupaten Malaka dan sekitarnya.
Direktris RSUPP Betun,dokter Oktelin Kurniawati Kaswadie FisQua menjelaskan bahwa layanan hemodialisa sangat mendesak untuk dihadirkan, mengingat jumlah pasien dengan gangguan ginjal terus meningkat setiap tahun. Selama ini, pasien yang membutuhkan terapi cuci darah rutin harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Kupang, bahkan ke luar provinsi, yang tentu memerlukan biaya besar serta waktu tempuh yang panjang.
“Pasien gagal ginjal membutuhkan penanganan rutin minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu. Jika harus dirujuk keluar daerah, ini sangat memberatkan baik secara ekonomi maupun kondisi fisik pasien,” ungkap dokter Oktelin kepada media ini, Jumat(18/4/2026)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
