Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang intens, disertai koordinasi yang terarah serta ruang-ruang perjumpaan yang inklusif.
Menurutnya, forum seperti seminar penataan lembaga adat memiliki peran strategis sebagai jembatan untuk mempertemukan berbagai pemahaman sekaligus mengurangi kesenjangan informasi.
“Yang paling utama adalah keterbukaan hati untuk duduk bersama, berdialog, dan membangun komunikasi yang jujur,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa komunikasi bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan proses membangun kesadaran kolektif dalam menjaga identitas dan jati diri masyarakat adat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
