SUARATRIBUN.COM, BETUN – Upaya menjaga keberlanjutan nilai-nilai adat di tengah arus perubahan zaman membutuhkan fondasi yang kuat, terutama dalam hal komunikasi. Hal ini ditegaskan oleh Rm. Dr. Florens Maxi Un Bria, Pr, dalam Seminar Penataan Lembaga Adat di Kabupaten Malaka, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, masyarakat adat sejatinya telah memiliki struktur sosial, sistem nilai, serta kepemimpinan yang jelas dan teruji oleh waktu. Namun, dalam dinamika modern, nilai-nilai tersebut kerap tidak teregenerasi secara optimal. Salah satu penyebab utama adalah keterbatasan informasi yang diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda.
“Kondisi ini memicu ketidakpastian dalam memahami struktur, sistem, hingga pedoman dalam menentukan kepemimpinan adat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tanpa aliran informasi yang utuh dan terbuka, masyarakat akan mengalami kesulitan dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai warisan leluhur. Akibatnya, potensi konflik maupun perbedaan tafsir dalam praktik adat menjadi semakin besar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
