Timorpedia.com- Warga Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak pemerintah segera mencari solusi permanen untuk mengatasi banjir yang berulang setiap musim hujan.
Banjir tidak hanya merendam permukiman warga di Desa Lakekun Barat dan Desa Lakekun, tetapi juga menggenangi lebih dari 400 hektare lahan sawah produktif yang menjadi salah satu penopang produksi pangan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena banjir terjadi ketika tanaman padi memasuki masa produksi. Jika tidak segera ditangani, genangan berpotensi mengganggu hasil panen sekaligus mengancam upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Warga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, serta Pemerintah Kabupaten Malaka duduk bersama untuk menangani sumber persoalan banjir secara terpadu.
Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrik Seran, mengatakan persoalan banjir di wilayah tersebut bukan kejadian baru. Masalah itu, kata dia, telah disampaikan kepada petugas BBWS Nusa Tenggara II dan Dinas PUPR NTT ketika banjir serupa terjadi pada 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














