Karena itu, masyarakat meminta pemerintah melakukan normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi dan penataan kembali alur sungai agar kapasitas tampungnya meningkat, terutama menghadapi curah hujan tinggi.
Jalan Usaha Tani Juga Rusak
Persoalan infrastruktur di Lakekun Barat tidak berhenti pada banjir. Warga juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi jalan usaha tani yang menjadi akses utama menuju sentra produksi pertanian.
Jalan sepanjang sekitar 10 kilometer yang dibangun melalui program Agropolitan Provinsi NTT pada 2008 tersebut kini mengalami kerusakan parah.
Kerusakan jalan menyulitkan mobilitas petani, terutama saat musim panen. Kondisi itu berpotensi meningkatkan biaya angkut hasil pertanian sekaligus menghambat distribusi komoditas dari sentra produksi menuju pasar.
Padahal, Lakekun Barat memiliki potensi pertanian yang besar dan selama ini menjadi salah satu wilayah penopang produksi pangan di Kabupaten Malaka.
“Kami minta balai dan Dinas PUPR NTT serta Pemkab Malaka duduk bersama dan berkolaborasi untuk mencari solusi permanen agar banjir Lakekun tidak terus berulang setiap tahun,” ujar Hendrik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














