Pendekatan tersebut memperlihatkan perubahan cara berpikir petani. Orientasi tidak lagi sekadar menanam sebanyak mungkin, melainkan membangun usaha pertanian yang memperhitungkan kesinambungan produksi, kebutuhan pasar, dan stabilitas harga.
Yang lebih menarik, geliat ini mulai menular ke petani lain. Sejumlah warga di sekitar kebun Louk Kombet ikut menanam pisang dalam jumlah besar. Salah seorang petani bahkan telah membudidayakan sekitar 3.000 pohon dan diperkirakan mulai panen pada tahun yang sama.
Apabila tren ini terus berkembang, Desa Lamudur berpeluang menjadi salah satu kantong produksi pisang terbesar di Kabupaten Malaka. Namun, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa peningkatan produksi tanpa diikuti tata niaga yang baik justru dapat menyebabkan harga anjlok ketika panen berlangsung bersamaan.
Karena itu, Louk Kombet tidak hanya memikirkan produksi, tetapi juga mulai menyusun sistem pemasaran bersama.
“Selain produksi, kami juga menata manajemen pemasaran agar pelayanan ke pasar berkesinambungan dan tidak terputus,” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
