Laurensius menuturkan, SID diperlukan untuk memastikan intervensi alat berat benar-benar dilakukan pada lahan yang memiliki prospek pengembangan pertanian serta sesuai dengan kondisi teknis dan lingkungan.
“Tahapan SID mencakup identifikasi kondisi lahan, analisis topografi, pemeriksaan kesesuaian tanah, hingga penyusunan desain teknis pengolahan lahan, ” ujarnya.
Lanjutnya, hasil kajian tersebut nantinya menjadi acuan dalam menentukan pola dan teknis pekerjaan di lapangan.
“Dengan demikian, penggunaan alat berat diharapkan tepat sasaran, efektif, dan tidak menimbulkan persoalan baru terhadap kondisi lingkungan maupun keberlanjutan lahan pertanian, ” ungkapnya.
Menyasar 10 Kecamatan
Program Pacul Tanah Gratis merupakan salah satu program unggulan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu dalam periode pemerintahan 2025–2030.
Pada tahap 2026, pemerintah menargetkan pengolahan lahan seluas 500 hektare yang tersebar di 10 kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Weliman, Rinhat, Malaka Tengah, Kobalima, Kobalima Timur, Sasitamean, Io Kufeu, Laenmanen, Botin Leobele, dan Malaka Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














