Demplot 3 hektar diharapkan menjadi ruang belajar bersama sehingga petani tidak hanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun, tetapi mulai mengombinasikannya dengan pengetahuan dan teknologi pertanian.
“Kesempatan ini kita gunakan sebagai ruang belajar bersama. Harapannya, petani kita semakin cerdas, terampil, dan percaya diri dalam mengelola usaha tani. Jika produksi meningkat, maka pendapatan keluarga juga akan meningkat,” katanya.
Demplot Diproyeksikan Jadi Pusat Belajar Pertanian
Pengembangan lahan percontohan itu juga diarahkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat desa.
Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, produktivitas padi diharapkan meningkat, kualitas gabah membaik, sekaligus menekan potensi kehilangan hasil akibat serangan hama maupun kesalahan teknis dalam proses budidaya.
Ke depan, lahan tersebut direncanakan tidak berhenti sebagai demplot satu musim tanam. Pemerintah desa ingin menjadikannya sebagai pusat pembelajaran pertanian yang memungkinkan petani berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengevaluasi hasil budidaya berdasarkan data dan pengalaman lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
