Proses persemaian dilakukan dengan memperhatikan waktu dan tata cara tanam. Penyiangan gulma dijadwalkan untuk mengurangi persaingan tanaman dengan gulma dalam memperoleh unsur hara.
Pemupukan juga disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pengelolaan tanaman dilakukan secara berkala, termasuk pemberian pupuk daun pada fase pembentukan anakan produktif.
Sementara untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman, warga diperkenalkan pada pendekatan pengendalian hama secara terpadu dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem sawah.
“Perawatan tanaman harus tepat waktu. Petani perlu tahu kapan anakan padi perlu dipupuk, kapan disemprot, dan bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Agustinus.
Mengubah Pola Pikir Petani
Agustinus melihat antusiasme warga Rabasa Haerain dalam mengolah lahan pada musim tanam tahun ini sebagai modal penting untuk meningkatkan produksi pertanian desa.
Sejumlah lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal mulai kembali digarap. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu diikuti dengan perubahan cara pandang dalam mengelola usaha tani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
