Ia mengungkapkan, hingga kini kebutuhan sayur dan buah untuk dapur MBG masih banyak dipasok dari Kabupaten Belu dan Kota Kupang. Kondisi tersebut menyebabkan potensi perputaran ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati petani Malaka justru mengalir ke daerah lain.
Karena itu, Dinas Pertanian mendorong petani memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Pada musim penghujan seperti sekarang, banyak lahan yang tidak tergenang air dan sangat cocok ditanami berbagai jenis sayuran dengan masa panen relatif singkat.
“Untuk daerah yang tidak tergenang air hujan, bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Sayur itu mudah ditanam dan masa panennya singkat, kurang dari satu bulan sudah bisa dipanen,” ujarnya.
Selain sayuran, petani yang memiliki lahan kering juga didorong mengembangkan tanaman buah yang sesuai dengan kondisi agroklimat Malaka, seperti pisang, pepaya, dan semangka. Komoditas tersebut dinilai memiliki prospek pasar yang baik sekaligus dapat mendukung kebutuhan gizi dalam Program MBG.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














