Laurensius menegaskan, potensi pertanian Malaka sangat besar sehingga tidak seharusnya ada lahan yang dibiarkan menganggur. Menurut dia, pemanfaatan lahan secara optimal tidak hanya meningkatkan produksi pertanian daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Kami mendorong petani agar tidak membiarkan lahan kosong. Lahan Malaka itu subur. Manfaatkan potensi yang ada, tangkap peluang pasar, karena kebutuhan dapur MBG akan terus ada dan petani bisa memperoleh penghasilan tambahan dari sektor ini,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pengelola dapur MBG dapat membentuk rantai pasok pangan lokal yang kuat.
“Dengan demikian, kebutuhan bahan baku program nasional tersebut dapat dipenuhi dari hasil pertanian Kabupaten Malaka sendiri, sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat setempat, ” tuturnya. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














