Untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Undana- Kupang kata Bupati SBS, penuh dengan dinamika dan perjuangan yang gigih.
“Bahkan dalam pertemuan bersama dengan pihak Kementerian Pendidikan, Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Rumah Sakit Pendidikan,para Kolegium, Fakultas-Fakultas Dokter Pengampu dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Udayana-Bali, salah satu diantaranya ada yang kontra, saya langsung naik pitam dan pukul meja, lalu saya berkata, bapak dan ibu datang kesini untuk membantu bukan untuk menelanjangi tentang kekurangan yang kami miliki, “ungkapnya.
Dengan nada agak tinggi terang Bupati SBS anda tahu tidak waktu itu Fakultas Kedokteran kuliahnya di Keraton dan dokternya dari mana-mana, anda tahu tidak? Tidak boleh begitu,harusnya bapak-bapak dukung kami untuk mendirikan Fakultas Kedokteran.
“Saat itu,saya langsung membeberkan tentang kelebihan dari Provinsi NTT. Saya katakan begini, kami punya rumah sakit, kami punya dokter spesialis, tidak banyak tapi ada.Masa tidak memenuhi syarat untuk membangun sebuah Fakultas Kedokteran?Lalu saya kembali berkata model pemikiran seperti beginilah yang membuat kepincangan-kepincangan antar daerah dan apabila suatu saat terjadi perpecahan bapak-bapak juga ikut menyumbang untuk menyusahkan rakyat, “ujarnya.














