“Semua barang yang disumbangkan telah kami sortir terlebih dahulu sehingga benar-benar layak digunakan. Setelah itu kami kemas dan dibawa untuk dibagikan kepada masyarakat Desa Forekmodok,”ucap dokter Oktelin sembari menambahkan egiatan sosial ini juga dirangkaikan dengan donor darah yang hasilnya akan digunakan untuk membantu kebutuhan pasien di RSUPP Betun.
Dokter Oktelin menuturkan,program serupa sebenarnya pernah dilaksanakan saat dirinya menjabat sebagai Direktris pada periode pertama, yakni pada tahun 2019 di Desa Naisau, Kecamatan Laenmanen. Rencana melanjutkan kegiatan itu pada tahun 2020 terpaksa dibatalkan akibat pandemi Covid-19 hingga masa jabatannya berakhir pada tahun 2021.
Kini, setelah kembali memimpin RSUPP Betun, ia berupaya menghidupkan kembali kegiatan sosial tersebut dengan memberdayakan seluruh tenaga rumah sakit yang berjumlah sekitar 610 orang.
“Saya ingin keberadaan RSUPP Betun tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan di dalam rumah sakit, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Malaka. Dengan jumlah staf yang besar, tentu kita bisa mencari momentum untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.














