Lanjutnya, masih banyak pasien diabetes yang belum memiliki kesadaran penuh untuk menjalani pengobatan secara rutin dan berkelanjutan. Kondisi tersebut kerap menyebabkan gula darah pasien tidak terkontrol hingga memicu komplikasi serius.
“Bahkan yang sering saya dapat adalah pasien-pasien itu belum terlalu sadar. Memang mereka tahu ada sakit gula, tetapi minum obat tidak teratur. Kadang baru minum obat satu sampai dua hari, gula darah turun lalu dianggap sudah sembuh,” tuturnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut masih banyak ditemukan di tengah masyarakat, padahal diabetes atau penyakit gula darah tinggi merupakan penyakit kronis yang harus dikontrol seumur hidup.
“Karena sudah ada masalah di dalam tubuh kita. Jadi walaupun minum obat atau menggunakan insulin, penyakit itu sebenarnya tidak hilang lagi, tetapi harus terus dikontrol supaya gula darah tetap stabil,” jelasnya.
Ia mengatakan, banyak pasien menghentikan pengobatan ketika kondisi tubuh mulai terasa membaik. Akibatnya, gula darah kembali meningkat dan kondisi kesehatan semakin memburuk.














