Kemudian untuk menjaga keselamatan dan perlindungan bagi para pekerja lokal yang tersebar pada 12 SPPG yang sudah beroperasi kata Fani, sudah didaftarkan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK).
“Untuk saat ini mereka sudah aktif menjadi peserta BPJSTK, “pungkasnya.
Sementara di sektor kemitraan kata Fani,tercatat 30 supplier lokal yang terlibat dalam program tersebut.
“Jadi secara keseluruhan MBG di Kabupaten Malaka dinilai menjadi program strategis yang tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga menyediakan lapangan pekerjaan, dan menggerakkan ekonomi lokal secara nyata, “tuturnya.***
