Dikatakannya, target layanan hemodialisa(cuci darah) mulai beroperasi bulan Juli-Agustus 2026.Seiring percepatan kerjasama dengan penyediaan alat dan pemenuhan tenaga medis bersertifikat.
“Tapi kami sudah mengambil langkah strategis dengan menggandeng pihak ketiga untuk penyediaan alat serta bahan medis habis pakai. Karena untuk pengadaan alat investasi awalnya cukup besar maka kita harus kerjasama dengan pihak ketiga, ” ujarnya.
Dokter Oktelin menjelaskan,dari sisi sumber daya manusia, sejumlah tenaga medis seperti dokter dan perawat telah mengikuti pelatihan khusus di bidang hemodialisa. Hal ini dilakukan guna memastikan pelayanan yang diberikan sesuai standar medis dan keselamatan pasien.
“Kami tidak ingin terburu-buru tanpa kesiapan. Pelayanan cuci darah harus didukung oleh tenaga profesional yang kompeten serta fasilitas yang memadai, “pungkasnya.
Kemudian untuk mempercepat pemenuhan tenaga medis bersertifikasi kata dokter Oktelin, dua perawat telah mengikuti pelatihan hemodialisa pada akhir tahun lalu, sementara satu perawat lainnya saat ini menjalani pelatihan selama tiga bulan di RS Saiful Anwar Malang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














