Jumlah tersebut meningkat pada 2025. Pasien rawat jalan tercatat sebanyak 25.046 pasien, sementara pasien rawat inap mencapai 5.941 pasien.
Hingga 31 Juli 2026, RSUPP Betun telah melayani 15.694 pasien rawat jalan dan 5.257 pasien rawat inap.
“Menariknya, kunjungan pasien justru tetap tinggi. Artinya, penurunan jumlah rujukan tidak berarti aktivitas pelayanan pasien di RSUPP Betun ikut menurun,” tutur dr. Oktelin.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan RSUPP Betun masih memiliki beban pelayanan yang cukup besar. Pada saat yang sama, kebutuhan pasien untuk mendapatkan pelayanan lanjutan di luar Kabupaten Malaka menunjukkan kecenderungan menurun.
Data tersebut juga menjadi salah satu gambaran perubahan kebutuhan rujukan sekaligus perkembangan kapasitas pelayanan RSUPP Betun sebagai rumah sakit penyangga perbatasan.
Dr. Oktelin menambahkan, berdasarkan perhitungan internal rumah sakit, apabila tren yang ada terus berlangsung hingga akhir tahun, jumlah rujukan 2026 diperkirakan tetap lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














