“Kemudian, yang namanya pembangunan itu berkelanjutan secara terus menerus dan bertahap, ” ujarnya.
Kendati demikian dirinya juga memberikan sebuah contoh, Bupati itu tetap ada di Malaka tapi orangnya diganti.
“Misalnya, tahun 2030 sudah ganti Bupati tapi apa yang Bupati itu nanti kerjakan lanjutkan yang dulu sudah kami kerja, apa yang dia kerjakan sekarang adalah hasil kerja kami, apa yang dia mau kerja sekarang dengan rencana yang sudah dibuat tinggal dilanjutkan saja. Jadi yang namanya pembangunan itu terus menerus berkelanjutan dan bertahap, “terangnya.
Kemudian berkaitan dengan Kantor Bupati yang baru kata SBS, kantor itu sudah selesai dibangun dan itu menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
“Karena dia(PPK) dikasih tugas untuk bangun. Misalnya, 1,2,3,4,5 kalau 5nya dia sudah kerja menurut dia sudah selesai. Tapi menurut pemakai(user) itu dia lihat kembali untuk dia pakai dia harus perlu 1,2,3,4,5,6,7,8,9, 10 jadi belum selesai untuk digunakan. Beda, sudah selesai menurut PPK dan sudah selesai menurut pemakai, itu beda,”jelas Mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT sembari menambahkan pemakai itu harus lengkap untuk digunakan, “pungkasnya.












