Dikatakannya, tingkat produktivitas hasil pertanian secara khusus komoditi jagung pada MT III cukup bagus namun belum bisa dipastikan secara ril berapa ton jagung yang dihasilkan oleh masing-masing kepala keluarga.
“Karena kebanyakan dari mereka setelah panen langsung jual.Bahkan para pembeli sudah standby di tempat untuk membeli jagung dengan harga fluktuatif. Jadi, kalau pada saat musim panen jagung harganya sekitar Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per kilogram. Tapi,kalau bukan musimnya jagung harganya mencapai Rp 7.000 per kilogram bahkan ada yang sampai Rp 10.000 per kilogram,”pungkasnya.
Marianus mengatakan,pada tahun 2024 traktor memang sempat masuk di desa ini untuk mengolah lahan masyarakat tapi tidak secara menyeluruh. Jadi dari 346 hektar hanya 10 hektar yang diolah oleh pemerintah Kabupaten.
“Tapi,biaya untuk beli bahan bakar minyak(BBM) berupa solar dibebankan kepada pemerintah desa melalui dana desa. Disisi lain,sebagian besar masyarakat juga secara pro aktif mengolah lahan secara manual dan tentu hasil produksinya tidak terlalu signifikan.Dan in hanya flashback tahun sebelumnya,”timpalnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
