Sementara itu 698.298 penerima manfaat kata Oswald, penerima manfaat terbesar berasal dari Balita 60.430,Paud 25,169,RA,1.520,TK 21.533 jenjang SD kelas 1–3 sebanyak116.784 siswa dan SD kelas 4-6,116.483,siswa SMP 124.879 siswa,SMA 105.935 siswa MI 1-3, 3.303,MI 4-6,3.234,Mts,4.008,SMK 52.124,MA 5.245,MAK 314,SLB,2.685,Ponpes 233,PKBM 315,Seminari,429,Guru 29.221,Tenaga Pendidik 6.018 orang
“Jadi program ini tidak hanya menyasar pada peserta didik, MBG juga menyentuh kelompok ibu hamil sebanyak 6.751 orang dan ibu menyusui sebanyak 16.216 orang. Disisi lain program ini juga turut mendukung ekosistem pendidikan dan kesehatan dengan melibatkan Guru sebanyak 29.221 orang,tenaga kependidikan sebanyak 6.016 orang serta kader posyandu dan tenaga kesehatan, “terangnya.
Kemudian dari sektor infrastruktur layanan,Pria asal Bajawa ini mengungkapkan,hingga awal April 2026 tercatat sekitar 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di NTT.
“Yang mana mayoritas dikelola oleh mitra seperti masyarakat, yayasan,Polri dan TNI, ” pungkasnya.










