Lanjutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini serta perlindungan terhadap kelompok rentan dan menghidupkan roda perekonomian melalui petani, peternakan nelayan, UMKM dan usaha-usah lain di provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Kita berharap dari program makan gizi gratis ini bisa melahirkan generasi-generasi muda yang cerdas dan mengurangi stunting di NTT,”ujarnya.
Dirinya berharap dengan beroperasinya 252 dapur SPPG yang tersebar merata,distribusi layanan gizi dapat berjalan baik dan tepat sasaran.
“Kendati pencapaian ini masih jauh dari target dapur di NTT, ” tuturnya.
Dikatakannya, pemerintahan melalui Badan Gizi Nasional bersama seluruh pemangku kepentingan juga terus melakukan evaluasi dan penguatan koordinasi guna memastikan keberlanjutan program serta kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami akan selalu berkoordinasi agar semua anak-anak NTT bisa menikmati program makan gizi gratis dan mohon dukungan dari semua masyarakat NTT demi kelancaran program MBG di Nusa Tenggara Timur,”tutupnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














