Lanjutnya, dari 3.500 hektar itu akan diolah menggunakan traktor roda empat (TR-4)dan eksavator.
“Dengan klasifikasi 3.000 hektar akan diolah menggunakan traktor roda empat(TR-4) dan 500 hektar(khusus lahan tidak datar atau miring)baik di wilayah dataran tinggi maupun dataran rendah proses pengolahannya akan menggunakan eksavator, ” terangnnya.
Dikatakannya, saat ini pihaknya tengah melakukan poligon atau mematok pada titik-titik lahan yang dianggap miring.
“Jadi kita sedang membuat poligon,untuk lahan tidak datar atau miring yang nantinya akan menggunakan eksavator tapi itu semua kita akan bekerjasama dengan Tim survey investigation design(SID) dari Universitas Nusa Cendana Kupang. Nanti, hasilnya seperti apa kita akan tindaklanjuti, ” ujarnya.
Lorens Bere menuturkan,tahun ini Pemerintah Kabupaten Malaka akan menyediakan benih jagung hibrida dan benih padi ciherang untuk masyarakat yang sudah terdata dalam kelompok.
” Untuk benih jagung hibrida 1.500 hektare dan untuk benih padi ciherang 500 hektare yang nantinya akan distribusikan kepada 2.000 lebih kelompok yang tersebar pada 127 Desa yang ada. Tapi kita menunggu anggaran dari APBN dan APBD, “terangnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














