Malaka Membangun Sepak Bola Mulai dari Usia Dini

Reporter : Wilfridus Wedi Editor: Ewilson
Screenshot_20260808_170946 (1)
Foto: Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran(ist.)

“Namun, pembinaan pemain muda tidak berhenti pada aspek teknik tetapi mental bertanding harus dibentuk bersamaan dengan kemampuan bermain, ” tuturnya.

Regulasi Piala Bupati Malaka 2026 bahkan dirancang untuk memberikan pengalaman tersebut. Tidak ada hasil imbang dalam turnamen. Jika pertandingan berakhir seri, pemenang ditentukan melalui adu penalti. Tim yang menang lewat adu penalti memperoleh dua poin, sedangkan tim yang kalah tetap mendapat satu poin. Adapun kemenangan dalam waktu normal bernilai tiga poin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Aturan itu, menurut Stefanus, bukan sekadar mekanisme menentukan pemenang. Anak-anak juga sedang belajar menghadapi kenyataan bahwa dalam olahraga ada kemenangan dan kekalahan.

“Anak-anak harus dilatih menerima kenyataan. Yang menang bergembira, yang kalah sedih, itu biasa. Tapi kalah bukan akhir. Itu kemenangan yang tertunda,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta pengurus SSB tidak terjebak pada orientasi hasil jangka pendek. “Prestasi dalam satu turnamen penting, tetapi keberhasilan pembinaan seharusnya diukur dari kemampuan melahirkan pemain yang berkembang dari waktu ke waktu, ” tandasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version