Lanjutnya,aspek fisik dan nonteknis juga menjadi perhatian.
“Pemain muda perlu memahami bagaimana mengatur stamina, mengendalikan tempo permainan, menjaga disiplin, serta menjalankan instruksi pelatih secara konsisten, “pintanya.
Pemerintah Kabupaten Malaka juga mulai mengarahkan dukungan pada penyediaan fasilitas. Salah satunya melalui rencana pemasangan solar cell di Lapangan Haitimuk sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan untuk latihan pada malam hari.
Pemanfaatan energi surya itu diharapkan membuat lapangan dapat digunakan lebih fleksibel sekaligus menekan biaya operasional penerangan.
Bagi Malaka, pembangunan sepak bola pada akhirnya bukan pekerjaan satu turnamen. Ia membutuhkan kesinambungan antara SSB, pelatih, pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat.
Orang tua memiliki peran menjaga motivasi anak. Pelatih bertanggung jawab membangun kemampuan dan karakter pemain. Pemerintah menyiapkan ruang serta fasilitas. Sementara kompetisi menjadi tempat untuk menguji apakah proses tersebut benar-benar menghasilkan perkembangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
