Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dampak Positif dari Kebijakan SBS-HMS Tentang Pengolahan Lahan Kering Secara Gratis, Kini Dirasakan Oleh Petani Weliman

Avatar photo
×

Dampak Positif dari Kebijakan SBS-HMS Tentang Pengolahan Lahan Kering Secara Gratis, Kini Dirasakan Oleh Petani Weliman

Sebarkan artikel ini
Reporter: Wilfridus Wedi |  Editor: Ewilson

Petrus mengaku, dalam proses pengolahan itu dirinya tidak mengeluarkan biaya satu peresnpun untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).

“Jadi,saya tidak keluarkan biaya untuk beli BBM karena semuanya sudah disediakan oleh pemerintah.Saya hanya siapakan tenaga untuk bekerja,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Petrus menuturkan, hasil dari olahan itu untuk masyarakat sendiri.

Baca Juga :  Sebanyak 8 Unit Perahu Dikerahkan Untuk Cari Korban Yang Diduga Tenggelam di Pantai Abudenok-Malaka

“Dan ini sangat menguntungkan bagi kami kaum petani lahan kering dimana kami sudah tidak mengeluarkan biaya tapi hasil olahannya untuk kami sendiri. Ini luar biasa, ” ujarnya.

Dengan luas lahan yang ada kata Petrus,intinya bisa makan- minum.

Baca Juga :  Bupati SBS: Pembangunan itu Berkelanjutan dan Bertahap 

“Tapi kalau hasilnya bagusi bisa jual untuk kebutuhan keluarga.Tapi, kalau pas-pasan saja ya intinya bisa makan, ” pungkasnya.

Petrus menuturkan, pada musim panen, harga jagung biasanya menurun.

“Tapi kalau tidak musim, harga jagung biasanya mencapai Rp 5.000 sampai 7.000 per kilogram.

Baca Juga :  Pemkab Malaka Akan Tetapkan Hari Kerja ASN

Tapi kalau saat musim panen, kisaran harga jagung itu Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per kilogram, ” ungkapnya.

Dikatakannya,kalau tanam jagung pada bulan November biasanya panen pada bulan Maret atau pertengahan April.