“Jadi hari inj ada 8 perahu turun operasi untuk mencari korban 7 diantaranya perahu nelayan lokal dan 1 perahu karet dari Basarnas Kefamenanu tapi hasilnya nihil, ” ungkapnya.
Dengan peristiwa seperti ini kata Feri Fahik, sudah saatnya pemerintah harus menyediakan fasilitas seperti speed boat atau banana boat untuk ditempatkan di lokasi ini.
“Selain itu,para petugas yang ditempatkan di lokasi ini harus diberikan pelatihan khusus ketika ada peristiwa seperti itu bisa melakukan pertolongan pertama.Disisi lain harus pasang plang atau tanda larangan yang menunjukkan bahwa tempat ini tidak boleh mandi sehingga masyarakat yang datang berwisata ketempat ini bisa tahu, “tuturnya.
Ia juga meminta kepada keluarga korban untuk tetap sabar dan berdoa.
“Kendati dengan fasilitas seadanya kita tetap berupaya untuk mencari. Semoga korban bisa ditemukan kembali, ” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun korban atas nama Jorganio Faot(Dito) umur 15 tahun pelajar SMP Negeri Fatukoan,Desa Niti,Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka.peristiwa tersebut bermula saat rombongan siswa-siswi SMP Negeri Fatukoan yang berjumlah sekitar 32 orang, didampingi empat orang dewasa, mengunjungi Pantai Cemara Abudenok untuk melakukan kegiatan piknik












